Showing posts with label Voice of my heart. Show all posts
Showing posts with label Voice of my heart. Show all posts

- F . L . Y -

Wednesday, May 19, 2010

I belife you can fly without wings... i'm so hollow if you aren't

.........

Saturday, May 15, 2010

Alloh....

Ya Allah.....

Tuesday, April 13, 2010

Ya Allah.... Engkau Maha Tahu....
Maka jauhakanlah aku dari prasangka yang membuatku cemburu....
Jauhkanlah aku prasangka yang buruk....

dan

Yakinkanlah aku
Hanya yakin kepadaMu....
karena aku hanya seorang hamba yang lemah....

Laa haula walaa quwwata illa billa
Kekuatan itu hanya milikMu Ya Allah....

maka

Kuatkanlah diriku.....

Amin..................

^ ^

Sunday, April 4, 2010

wawawawawawwaawawa....... badanku jadi panas n lemezzzzzz klo selalu mikir inih.... hiks...

Ya Allah.... mudahkanlah urusanku Ya Allah......
Tuesday, March 30, 2010

Hmmmm.............. just in my heart

Kapan aku berani....

Thursday, March 25, 2010

Berani untuk berdiri....
Berani untuk... berdiri....
Berani untuk....... berdiri...............

Ya Allah....

One of side

Sunday, February 28, 2010


Allah Swt berfirman :
Al-Ikhlas itu adalah salah satu dari rahasia-rahasia-Ku,
yang telah Aku titipkan ke dalam hati
orang yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku.

(Hadits Qudsi,
Bihar al-Anwar 70 : 249)


Ya Allah.....

Rabbana.....

Saturday, February 6, 2010


Forgive me....Ya Rabbana

Rabbana... Rabbana.....

Thursday, February 4, 2010

Ya... Allah...

Jangan Menyerah

Wednesday, February 3, 2010



Senyum Amalia.... Tersenyumlah.... ^_^

Its so crowded now

Friday, January 22, 2010

Di persimpangan jalan...... waooowww.......
must be focus

Aku pingin lulus.... ni

Click Me~

InsyaAllah akan jadi pintu syurgaku....

Friday, January 8, 2010

Rasulullah saw telah merangkum kunci surga muslimah dalam empat perkara,
1- Menjaga shalat lima waktu.
2- Berpuasa di bulannya.
3- Menjaga kehormatannya.
4- Menaati suaminya.

Dari Abdurrahman bin Auf berkata, Rasulullah saw bersabda,


إِذَا صَلَّتِ المَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الجَنَّةِ شَاءَتْ .

“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.”(HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan lighairihi).

Satu hal yang terpetik dari sabda Nabi saw di atas adalah bahwa beliau hanya menyebutkan perkara-perkara yang masuk ke dalam jangkauan seorang muslimah, di mana seorang muslimah mampu melaksanakannya tanpa bergantung kepada orang lain atau bergantung kepada suaminya, di sini Rasulullah saw tidak menyinggung, misalnya, haji, karena pelaksanaan ibadah ini oleh seorang muslimah bergantung kepada suatu perkara yang mungkin tidak dimilikinya, seperti tersedianya bekal haji atau tersedianya mahram, di sini Rasulullah saw juga tidak menyinggung zakat, karena perkaranya kembali kepada kepemilikan harta dan pada umumnya ia berada di tangan kaum laki-laki, karena harta adalah hasil bekerja dan yang bekerja pada dasarnya adalah kaum laki-laki.

Kunci pertama, menjaga shalat lima waktu

Shalat adalah ibadah teragung, hadir setelah ikrar dua kalimat syahadat, satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan ‘tidak mampu’, wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun selama hayat masih dikandung badan dan akal masih bekerja dengan baik, pembatas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan, tidak heran jika suatu ibadah dengan kedudukan seperti ini merupakan salah satu kunci surga.

Jika menjaga shalat adalah kunci surga, maka sebaliknya menyia-nyiakannya adalah gerbang neraka, ketika para pendosa dicampakkan ke dalam neraka, mereka ditanya, apa yang membuat kalian tersungkur ke dalam neraka? Mereka menyebutkan rentetan dosa-dosa yang diawali dengan meninggalkan shalat.

Firman Allah, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.”(Al-Muddatstsir: 42-43).

Perkara menyia-nyiakan shalat tidak jarang terjadi pada kaum muslimin secara umum dan kaum muslimat secara khusus, banyak alasan dan hal yang membuat mereka terjerumus ke dalam perbuatan tidak terpuji ini, di antara mereka ada yang menyia-nyiakan shalat karena malas dan meremehkan, di antara mereka ada yang terlalaikan oleh kesibukan hidup, sibuk bekerja, sibuk memasak, sibuk mengurusi rumah tangga, sibuk mengurusi anak-anak dan suami, sibuk dengan kegiatan-kegiatan lainnya sehingga ibadah shalat terbengkalai, padahal ibadah shalat tidak menerima alasan apa pun yang membuatnya tersia-siakan, dan Allah telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak terlalaikan oleh dunia dari mengingatNya, termasuk mengingatNya melalui ibadah shalat.

Firman Allah, “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun: 9).

Menjaga shalat lima waktu mencakup menjaga waktunya dalam arti melaksanakannya tepat waktu, tidak menundanya dan mengulur-ulur waktunya sampai waktunya hampir habis, atau bahkan membiarkannya habis, ini adalah shalat orang-orang munafik, dan seorang muslimah tidak patut bermental munafik dalam ibadah shalat.

Menjaga shalat mencakup menjaga syarat-syarat dan rukun-rukunnya di mana shalat tidak sah tanpanya, menjaga wajib-wajib dan sunnah-sunnahnya yang merupakan penyempurna bagi ibadah shalat, semua ini menuntut seorang muslimah untuk belajar dan membekali diri dengan ilmu yang shahih tentang shalat. Tanpa ilmu yang shahih tidak akan terwujud menjaga shalat.

kedua, berpuasa di bulannya

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu kunci surga, lebih dari itu di surga tersedia sebuah pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa yang dikenal dengan ‘ar-Rayyan’, pintu masuk para shaimin secara khusus, jika mereka telah masuk maka ia akan ditutup.
Di samping berpuasa sebagai kunci surga, ia juga merupakan tameng dan pelindung dari neraka, Rasulullah saw menyatakan, ash-shaumu junnah, puasa adalah tameng atau pelindung, yakni dari api neraka.



Karena puasa merupakan salah satu kunci surga sekaligus pelindung dari neraka maka seorang muslimah harus menjaganya, dalam arti melaksanakannya dengan baik, memperhatikan syarat, rukun dan pembatalnya, karena tanpanya dia tidak mungkin berpuasa dengan baik.

Seorang muslimah juga harus memperhatikan perkara qadha puasa Ramadhan di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh, jangan sampai Ramadhan berikut hadir sementara dia belum melunasi hutang puasanya, perkara mengqadha puasa di hari lain ini sering terlupakan atau terabaikan, karena kesibukan hidup, padahal ia adalah hutang yang jika tidak dilaksanakan maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa di bulannya, selanjutnya dia gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci masuk surga, dari sini bersikap hati-hati dengan menyegerakan qadha adalah sikap bijak, karena penundaan terkadang malah merepotkan dan menyulitkan.
(Izzudin Karimi)


Ketika Rasulullah saw mengabarkan bahwa wanita merupakan penghuni neraka paling besar, beliau ditanya, mengapa? Beliau menjelaskan sebabnya, karena wanita sering ‘kufur’ kepada keluarga, sering mengeluh, jika suami berbaik-baik kepadanya seumur-umur, lalu dia melihat yang tidak baik dari suami walaupun hanya sekali, maka dia akan berkata, ‘Aku tidak melihat kebaikan apa pun pada dirimu.’ Oleh karenanya Rasulullah saw mengajak para wanita agar memperbanyak bersedekah sebagai penyeimbang, lebih dari itu Rasulullah saw juga memberikan jalan dan pintu tersendiri bagi wanita agar selamat dari neraka dengan meraih kunci surga.

Kunci ketiga, menjaga kehormatan

Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan, hanya wanita shalihah yang akan masuk surga, shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa sifat dan akhlak, salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga kehormatan diri.

Firman Allah, “Wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa`: 34).

Ayat ini menetapkan bahwa memelihara diri meruapakan wujud dari ketaatan seorang wanita shalihah kepada Allah kemudian kepada suaminya.

Nabi saw bersabda,


خَيْرُالنِّسَاءِ مَنْ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أَمَرَتْهَا أَطَاعَتْكَ وَإِذَا أَقْسَمْتَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْكَ وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ.

“Sebaik-baik wanita adalah wanita yang jika kamu melihat kepadanya maka kamu berbahagia, jika kamu memerintahkannya maka dia mentaatimu, jika kamu bersumpah atasnya maka dia memenuhinya dan jika kamu meninggalkannya maka dia menjagamu pada diri dan hartamu.” (HR. an-Nasa`i)

Menjaga kehormatan berarti membentengi diri dari perkara-perkara yang mencoreng dan merusak kehormatan, yang menodai dan menggugurkan kemuliaan, dengan tetap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor tatanan syariat yang suci lagi luhur.

Menjaga kehormatan di zaman di mana ajakan dan propaganda kepada kerusakan dan perbuatan keji semakin meningkat dan menguat, seruan dan arus serangan yang ditujukan kepada wanita-wanita muslimah dengan agenda dan maksud terselubung dan tersembunyi semakin gencar dan bergelombang, menjaga kehormatan di zaman seperti ini terasa demikian sulit dan berat, para penyeru dan para jurkam kerusakan membidik wanita muslimah sebagai sasaran, mereka memakai dan menggunakan cara-cara yang melenakan dan menggiurkan dengan nama kemajuan, modernisasi, pemberdayaan, pengentasan, pembebasan dan kedok-kedok palsu lainnya, zhahiruhu fihi ar-rahmah, wa bathinuhu ya`ti min qibalihi al-adzab, racun di balik kelembutan ular berbisa.

Dari sini maka seorang wanita muslimah harus jeli dan cermat sehingga dia tidak termakan oleh rayuan gombal para serigala yang berbulu domba dan musang berbulu ayam, hendaknya seorang muslimah tetap berpegang kepada aturan-aturan dan rambu-rambu Islam yang luhur lagi suci karena di sanalah terkandung kebersihan dan kesucian diri, hendaknya seorang muslimah menimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengan timbangan dan ukuran syar’i yang baku dan menyeluruh, hal ini agar dia selamat dan tidak terjerumus ke dalam perkara-perkara yang merusak kemuliaan dan kehormatannya.

keempat, menaati suami

Menaati suami merupakan lahan dan medan besar dan luas bagi seorang muslimah, ia merupakan ladang ibadah bagi seorang muslimah yang sesungguhnya setelah penghambaannya kepada Rabbnya.


Sumber: facebook yusuf mansyur

Suatu saat nanti

Wednesday, January 6, 2010



Usaha yang pasti ada hasilnya....

Tuesday, January 5, 2010

Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai
penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS AlBaqarah [2] ayat 153)


Allah aku yakin kepadaMu.... Bismillahirrohmanirrohiim....

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..



Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.



Lalu bagaimana dengan Papa?



Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?



Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?



Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......



Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.



Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.



Ketika kamu sudah beranjak remaja....



Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..



Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?



Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?



Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"



Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa



Ketika kamu menjadi gadis dewasa....



Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.



Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.



Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?



Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"



Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.



Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."



Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....



Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


........................................................


Untuk Papa dari putrimu yang nakal ^ ^
: Papa.... putrimu sudah beranjak dewasa.....
Kumohon papa selalu tersenyum disana....
Pah.... bahwa doaku selalu untuk papa....
Papa selalu ada dalam hatiku....
Jangan pergi yah Pa...
dewi tahu bahwa dewi anak yang nakal sering pulang malam
aku kini paham bahwa papa selalu duduk di depan TV hingga menungguku pulang padahal papa sangat kuwatir akan diriku pa....

Aku ingat... Papa membelikanku Tv kecil sewaktu ulang tahunku dulu... karena jauh sebelumnya dewi minta hadiah itu.... dan Papa mengabulkannya..... ^ ^

Aku ingat... Papa tersenyum bahagia saat aku lulus wisuda dan jadi seorang Insinyur Arsitek pilihan Papah... dan Papah memamerkan diriku ke temen ayah, mengajakku ke proyek-proyek Papah....karena Papah memikirkan masa depanku...

Aku ingat.... sewaktu Papah memarahi diriku karena berangkat kuliah di waktu yang sangat mepet..... karena Papah inginkan aku untuk selalu disiplin....

Aku ingat.... setiap pagi ayah hidupkan lampu tidurku dan menyuruhku untuk bangun pagi dan memintaku membantu Mama di dapur karena Papa tahu bahwa suatu saat aku akan menjadi istri dan seorang ibu yang harus pandai mengatur waktu untuk keluarganya....dan untuk cita2nya

Dan.... Aku ingat dan sangat ingat.... sewaktu mengapa Papah lama ak ijinkan aku membeli motor dan akhirnya Papah ijinkan aku.... karena Papah sangat kuwatir keadaanku.... dan akhirnya Papah yakin bahwa aku pasti bisa jaga diri....

Aku ingat.... Papah tersenyum dan memberiku jaket untuk digunakan setiap aku naek motor.... dan aku sangat menyesal.... karena jaket pemberian Papah... telah hilang... namun kumohon... kasih sayang Papah tidak pernah hilang....

Papah.... aku sadar.... bahwa diammu... adalah memikirkan kami anak-anakmu....
Bahwa Papah tidaklah sok acuh.... tapi engkau telah merencanakan yang terbaik untuk kami....
Aku ingat bahwa Papah inginkan aku untuk lanjutkan sekolah master di Jogja.... karena Papah tahu... kalau umur Papah tak lagi cukup untuk menjaga Mama dan adek....

Di saat terakhir aku bersamanya, aku sangat ingat bahwa lagi-lagi aku melakukan kesalahan karena datang terlambat untuk menepati janjiku pada Papah,.... dan Papah langsung pergi tanpaku... karena Papah tahu tidak ingin menggangguku saat tunaikan kewajiban pekerjaanku.... dan memberitahuku bahwa aku harus bertanggung jawab untuk menunaikan janji.... Papah... aku sangat berusaha keras untuk datang tepat waktu... Pah.... yakinlah....

Aku ingat disaat itu juga aku meminta Papa untuk makan bersama denganku sebagai permohonan maafku... tapi Papah menolak untuk aku traktir... karena Papah tahu bahwa bukanlah uang dan tidak ada yang bisa membahagiakannya selain kesuksesan dan kebahagiaan anak-anaknya....

Papa.... betapa aku ingin memelukmu... sangath... dan menciummu...serta meminta maaf atas segala tindakanku yang membuatmu kawatir
aku sangat merindukanmu Papah....
Tetaplah dalam hatiku.... Pah...
Aku selalu merindukanmu di setiap doa adalah untuk Papa, Mama, Keluarga dan orang - orang yang kucintai dan kusayangi....
Aku mencintaimu... Papah....
sepenuh hatiku, sepenuh hatiku dan sepenuh hatiku....

Allah.... pertemukanlah kami nanti di SurgaMu... bersama orang-orang sholeh....
Rarmatilah Beliau Ya Allah......Papahku... yang sangat kusayang....

I LOVE YOU..... Papah......

2009 dan segera ke 2010

Thursday, December 31, 2009

Harapanku...

Semoga Allah izinkan aku... untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik.... amien...

The key

Tuesday, December 29, 2009


The key is

Belief in Allah....

Dunia boleh perang
boleh kacau balau...
namun jika dihatimu ada DIA maka kau akan tenang....

sebaliknya

walaupun dunia makmur
aman damai.... indah
jika hatimu tidak ada DIA maka kau tidak menjumpai ketenangan...

Kesederhanaan adalah kebahagiaan....
Semakin padi itu berisi semakin menunduk dia...

Allah aku mencintaimu.... sangath
bimbinglah aku selalu menuju jalanMu...

Sebaik-baiknya

Tuesday, December 15, 2009

Menjadi seorang istri....

Sebaik-baiknya seorang istri adalah apabila dia diberi sesuatu dia bersyukur,dan bila tidak diberi apa-apa dia bersabar.dan lebih menyenangkan lagi apabila melihatnya & mentaatinya

Subhanalloh...


Menjadi seorang anak....

Sebaik-baiknya seorang anak adalah dia mendoakannya, mewujudkan cita-citanya dengan kecintaan dan keikhlasan....

Allahu Akbar...



Ilmuku adalah ilmu yang dulu ayah pelajari........
Belajar setahap demi setahap mengingatkan aku kepada engkau ayah.....
Menjadi ahli gempa.... adalah bagian dari cita-citamu.....



Papa... aku sangat mencintaimu.....
namun aku nanti aku akan menjadi seorang istri dan suamiku menjadi panutanku.....
semoga Allah memberi kelapangan dadaku.....dan memudahkan urusanku...
Amien InsyaAllah.......

Semoga Allah meridhoi niat baik ini.... Amieen.... Amieeennnn...... Amieeeennnnnn.....................

Tuesday, December 1, 2009

Bahwa kejujuran itu perlu
Semoga Allah mencintai kami dan mencintai orang-orang yang kami cintai....

Berjuanglah.... my sniper just to Allah you destination.... and our destination......
Bismillah untuk kebaikan dengan kebaikan.....

Amien.... Amien.... Amien.... Yaa Robbal alamin....

Kuatkan ikhtiar dan doa

Monday, November 30, 2009

Semoga Allah senantiasa mencintaimu..... Amien Amien Amien.......