Showing posts with label Kata Bijak. Show all posts
Showing posts with label Kata Bijak. Show all posts

Doa untuk Putraku

Wednesday, July 21, 2010



Tuhanku...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat
untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku...
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.

Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku...
Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"

By Douglas Mac Arthur

Hukum sebab akibat

Thursday, January 7, 2010

Di dunia ini ada hukum sebab akibat....

Sebuah ketakutan... adalah harus dihadapi

Wednesday, January 6, 2010

Kesulitan hadir untuk memperkuat diri kita. Untuk membuat hidup kita menjadi indah dan mulia. Untuk membuat berbagai potensi kita keluar dari persembunyiannya. Untuk memajukan kita. Untuk membuat kita layak atas hal-hal terbaik. Jadi kenapa dihindari? Ditakuti?

the deep of heart

Friday, January 1, 2010

no bodys know... beside you and Our God

Tuhanku

Tuesday, December 29, 2009

Tuhanku, jadikanlah aku bagi kedamaianMu
Jika ada kebencian, biarkanlah aku menanamkan cinta
Jika ada luka, biarkanlah aku menjadi penyembuh
Jika ada keraguan, biarkanlah aku menebarkan keyakinan
Jika ada keputusasaan, biarkanlah aku memberikan harapan
Jika ada kegelapan, biarkanlah aku memancarkan cahaya
Jika ada kesedihan, biarkanlah aku melimpahkan kesenangan
Tuhanku, limpailah aku kekuatan untuk menyayangi dan disayangi, untuk memahami dan dipahami, untuk mencintai dan dicintai
Sebab hanya dengan memberi kami akan menerima
hanya dengan memaafkan kami akan dimaafkan
dan hanya dengan mematikan diri sendiri kami akan kembali dilahirkan

Surat ibu

Sunday, December 20, 2009

Anakku…

Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…

Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku...

Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…

Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…

Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..

Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, "Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri".

Anakku…

Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : "Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil".

Anakku…

Allah berfirman: "Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal" [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

Sumber : Almanhaj.or.id
Saturday, November 28, 2009

sebetulnya hidup ini sangat sederhana..
tetapi kita merumitkannya dengan rencana...
yang tidak kita laksanakan..
dengan janji yang tidak kita penuhi...
dengan kewajiban yang kita lalaikan...
dan dengan larangan yang kita langgar...
-MTGW-

Saya mengijinkannya



Anda memampukan diri untuk bekerja dengan keprimaan, dalam keadaan apa pun, walau apa pun.

Katakanlah,

Saya akan ijinkan penolakan, menerima perendahan, dan bahkan akan saya ikhlaskan penghinaan kepada saya,
kalau itu akan menjadikan saya bersungguh-sungguh untuk memuliakan diri saya.


Yakinilah bahwa apa pun yang terjadi, terjadi dengan ijin Tuhan,
dan bahwa yang terjadi adalah untuk memuliakan Anda,
dan jika Anda tidak menyukai suatu kejadian – itu karena Anda belum menyesuaikan sikap Anda dengan yang terjadi;
tetapi Anda tahu pasti bahwa kebaikan dan atau keburukan yang terjadi, terjadi untuk memuliakan Anda.

Anda seorang Pribadi Super Indonesia.

Anda mengetahui, bahwa

Keburukan yang terjadi, tetapi yang menjadikan Anda lebih baik – adalah sebetulnya kebaikan.

...........


Sahabat saya yang tegas untuk kebaikan hidupnya,

Rencanakanlah yang akan Anda lakukan, dan lakukanlah yang telah Anda rencanakan.

Sulit bagi Anda untuk menemukan orang yang dalam rencana keberhasilannya ada rencana keberhasilan bagi Anda.

Maka, Anda harus merencanakan keberhasilan Anda sendiri. Kemudian pastikanlah bahwa Anda menjadi pelaksana yang bersungguh-sungguh dari rencana-rencana Anda.

Janganlah membiasakan diri untuk menyusun rencana, dengan kesadaran yang penuh bahwa Anda tidak akan melaksanakannya.

Ingatlah,

Orang yang kehilangan hormat kepada rencana-rencananya sendiri, akan kehilangan kepercayaan kepada haknya bagi masa depan yang berkualitas.

………..

Kita memang tidak tahu kapan keberhasilan itu akan datang, tetapi ia pasti datang menemui jiwa yang tulus dalam pekerjaannya.

Keberhasilan memang tidak langsung kita temui pada awal perjalanan kita, tetapi jika kita setia pada jalan-jalan kebaikan, hidup kita sudah akan menjadi baik tanpa harus menjadi kaya raya dan sangat berkuasa.

Keberhasilan utama dalam hidup ini adalah menjadi pribadi yang baik, dengan jiwa yang damai.

mario teguh

Jiwa seorang pemimpin



Tugas seorang pemimpin adalah membuat kita melakukan yang tidak dengan suka-rela kita kerjakan, agar kita mencapai yang kita butuhkan.

Kita membutuhkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup.

Tetapi,

karena banyak dari kita yang cenderung menunda yang seharusnya didahulukan, tidak melakukan yang seharusnya dilakukan, dan sering bersikap tidak tegas mengenai yang seharusnya diabaikan,

kita justru bekerja keras menjauhkan diri kita sendiri dari kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup.

Nah!

Di situlah dimulai kebutuhan kita untuk dipimpin.

Kita membutuhkan pribadi pemimpin,

yang jernih pikirannya dan yang bening hatinya, agar kita bisa ikhlas memperbaiki diri, karena pikatan dari keindahan kebaikan yang berpendar dari keberserahan sang pemimpin kepada yang benar,

yang utuh kejujurannya dan kuat kesetiaannya kepada pemastian kejujuran pada dirinya dan kepada semua yang berada dalam kepemimpinannya,

yang jelas mengenai yang benar, sehingga dia bisa bersikap tegas,

yang ikhlas menomor-akhirkan kepentingannya sendiri, agar dia bersegera dalam bertindak bagi kebaikan banyak orang,

yang bersaudara dan berkerabat hanya dengan jiwa-jiwa yang baik, agar dia tidak berhutang keburukan,

yang dengannya - dia bersih dari keharusan untuk membayar hutang keburukannya, agar dia bisa berlaku adil,

yang lurus jalan moralnya agar dia mudah berlaku benar,

karena tidak ada pemimpin yang cacat kebenarannya, yang akan mampu memimpinkan kebenaran.

Dan,

Jika seorang pemimpin telah mencacati kebenaran yang ada dalam dirinya,
hanya waktu yang memisahkan antara saat dia mulai tidak menghormati dirinya sendiri,
dengan saat hilangnya hormat dari mereka yang terkecil di antara yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin yang berlaku tidak jujur,
tidak perlu melakukan penistaan kepercayaan itu di tempat dan pergaulan yang rahasia,
karena Tuhan akan mengumumkan penistaan derajatnya sendiri itu dengan seluas-luasnya keterbukaan.

Dan jika Tuhan menurunkan derajat seseorang, tidak ada siasat dan muslihat yang akan menyelamatkannya.

Seperti juga dulu, saat Tuhan berkehendak meninggikan derajatnya karena permintaannya sendiri itu, tidak ada cara dan bencana yang bisa menghalangi pemuliaannya.

Maka, pertanyaan yang pasti akan ditanyakan oleh Tuhan kepada kita yang diberi amanat tetapi yang tidak berlaku amanah, adalah:

Apakah engkau tidak berpikir?

Mengapakah engkau tidak memantaskan kebesaran yang disematkan oleh Tuhan di dada mu itu, dengan kesucian dari pilihan-pilihan hatimu?

Apakah ketakutanmu akan kurangnya kekuasaan mu, yang menyemangati mu untuk mensahabati keburukan?

Apakah ada keburukan yang dapat melestarikan kebaikan yang diberkatkan kepada mu oleh Tuhan?

Mengapakah engkau kosongkan kepala mu dari kebenaran, dan kau hampakan hatimu dari kesucian?

Apakah engkau tidak belajar dari lapuknya kemegahan kerajaan dan kekaisaran masa lalu, bahwa engkau tidak akan mungkin berhasil membangun yang benar di atas yang salah?

Sana ...,

Temukanlah sebilah cermin yang jujur, dan dengarkan apa nasehatnya.

Lihatlah dirimu sendiri dengan hati yang lebih ikhlas kepada kebaikan,
dan engkau akan segera melihat,
bahwa sinar kemegahan Tuhan yang dulu berpendar dari balik wajah mu,
sekarang sudah pulang kembali kepada Tuhan Yang Diseru Seluruh Alam,
karena ia jengah bergaul dengan kulit wajah mu yang kau tata untuk menyembunyikan rahasia-rahasia pergaulan mu.

Sekarang,
singkirkanlah kesombongan yang kau agulkan selama ini,
yang kau gunakan sebagai pemberi ijin bagi keputusan-keputusan buruk mu,
dan dengarkanlah ini dengan kepatuhan yang pantas bagi ketakutan mu yang akut hari ini,
bahwa

Jika engkau terjatuh kedalam lubang, janganlah engkau menggali.

Jika engkau mengeluhkan dalamnya lubang di mana engkau sekarang berada, berhentilah menggali.

Dan, janganlah engkau berlaku seperti orang yang telah dipasang dinding di depan wajah mu.

Maka,

Berserahlah dengan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Pemaaf dan Maha Penyayang.

Berlakulah benar. Berlakulah benar. Berlakulah benar.

Akan datang keajaiban yang menyelamatkan mu, jika engkau benar.

Engkau, dari semua orang – engkau yang paling tahu, bahwa keajaiban juga yang telah memuliakan mu.

Dan bukankah keajaiban juga yang meruntuhkan semua rakitan tampilan palsu mu,
yang menjadikan mu tampil sebagai orang yang tidak pantas berlaku ketakutan,
tetapi yang sedang sangat ketakutan itu?

Jika masih ada sedikit kekuatan pada otot-otot bibir mu untuk menyebut nama Tuhan - maka sesuaikanlah sikap, pikiran, dan tindakan mu dengan yang diharapkan oleh Tuhan.

Berlakulah benar. Berlakulah benar. Berlakulah benar.

……….. dan jujur pada hati ..............

mario teguh

Mudah-mudahkan Tuhan menguatkan kita untuk mencapai perubahan besar yang sudah lama kita niatkan itu



Maka,

Jadikanlah diri mu pandai, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang pandai, yang bermanfaat bagi banyak orang karena ilmunya.

Rajinkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang melakukan banyak hal yang menyenangkan banyak hati, yang menjernihkan kehidupan orang yang sedang kalut, yang menguatkan mereka yang sedang lemah, dan yang menunjukkan jalan keluar bagi mereka yang sedang tersesat.

Jujurkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang amanah dalam memangku tugas, yang menasehatkan kebenaran, dan menasehatkan kesabaran.

Jadikanlah yang kau lakukan sebagai bukti dari kebenaran yang kau katakan.

Dan janganlah engkau mengatakan yang tidak akan kau lakukan.

Setialah kepada yang benar.


Jadikanlah diri mu teladan dalam penyetiaan diri kepada yang benar,
karena dengannya Tuhan akan mengutus semua kekuatan di alam ini untuk menjadi pembuka jalan bagi mu, menjadi pemelihara kebaikan mu, dan menjadi penjaga dari fitnah dan keburukan.

Apakah tadi aku mendengar hati mu mengatakan, amien …?

Adikku, itu penting sekali.

Apa pun yang baik dari perkataan orang yang kau dengar atau yang kau baca, katakanlah ‘amien …’ dengan setulus-tulusnya, karena dengannya engkau menjadikan kebaikan yang dikatakan dan dituliskan itu sebagai doa mu.

Dan karena engkau mengatakannya bersama banyak orang yang juga mendengar dan membacanya, maka sebetulnya kekuatan dari doa mu dikalikan dengan pelipatan yang sangat besar.

Sudah lebih jelas sekarang bagi mu, mengapa engkau dianjurkan untuk bergaul dengan mereka yang baik?

Dalam pergaulan yang baik, engkau akan selalu menemukan kebaikan, engkau akan mendengar dan membaca kebaikan, yang cukup dengan sedikit keikhlasan mu untuk mengucapkan amien …, akan memaafkan tahun-tahun panjang yang pernah kau lewatkan tanpa doa dan ibadah, dan menggantikannya dengan masa kini dan masa depan yang lebih lapang dan damai.

Engkau adalah kekasih Tuhan

Its true

Wednesday, November 18, 2009

"In the matter of physics, the first lessons should contain nothing but what is experimental and interesting to see. A pretty experiment is in itself often more valuable than twenty formulae extracted from our minds."
- Albert Einstein

"Jadi lah yang terbaik di kondisi yang terburuk, maka anda akan benar-benar hebat"

Thursday, November 12, 2009

Bersabarlah.... dan lihat apa yang akan terjadi.....

Persahabatan itu...

Friday, November 6, 2009

10 K dalam PERSAHABATAN

* KECINTAAN merupakan elemen yang paling penting sekali dalam sesebuah persahabatan. Ikatan sesebuah persahabatan akan mudah rapuh jika tiadanya kecintaan antara dua insan yang disandarkan kepada Si Pemilik cinta itu sendiri. Sebab itu, kadang-kadang perlunya kita meluahkan rasa cinta kita terhadap sahabat kita dengan mengungkap, "uhibbuka/i fillah" (bagi sahabat-sahabat yang sama jantina sahaja) agar mereka tahu betapa cintanya kita terhadap mereka, kerana Allah (insyaAllah) .

* KASIH SAYANG lebih kurang sama sahaja maksudnya dengan kecintaan. Namun, setelah kita mencintai sahabat kita, perlunya kita curahkan segala kasih sayang kita terhadap mereka. Tetapi, kadangkala kasih sayang tidak perlu dipamerkan secara luaran. Cukuplah sekadar kita mendoakan untuk sahabat-sahabat kita, insyaAllah, itu sudah cukup membuktikan betapa sayangnya kita terhadap mereka.

* KEIKHLASAN dapat menjamin sesebuah persahabatan mendapat keberkatan dan rahmat daripada Illahi. Tidak ikhlas ketika bersahabat dengan seseorang akan mengundang permusuhan antara sahabat. Bersahabatlah dengan seseorang kerana keluhuran hati budinya, bukan kerana rupa, pangkat atau harta yang dimilikinya.

* KESETIAAN terhadap seseorang sahabat mampu memanjangkan tali persahabatan walaupun jarang bertemu. Apabila kita setia terhadap kita, kita akan diingati oleh mereka sehingga akhir hayat mereka, kerana tidak kira susah atau senang, kita setia berada di sisinya memberi sokongan, insyaAllah.

* KEBERANIAN dalam berkata benar. Dalam persahabatan juga, kita hendaklah berani apabila ingin mengatakan sesuatu. Lebih-lebih lagi jika kita telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya, kita kena berani mengaku padanya atas kesilapan yang dilakukan. Selain itu, berani juga dalam menasihati sahabat kita. kerana sebagai sahabat, kita mesti mahukan yang terbaik untuk mereka kan?

* KEJUJURAN juga perlu dalam persahabatan. Jangan sesekali menipu atau menyembunyikan apa-apa daripada pengetahuan sahabat kita. Mereka juga perlu tahu apa yang kita lalui dalam kehidupan kita. Jangan berahsia, melainkan pada perkara yang benar-benar perlu dirahsiakan (hehehe).

* KEMAAFAN. Sekiranya sahabat kita pernah melakukan sebarang kesilapan, bersedialah untuk memaafkannya, tidak kira sebesar manapun kesalahan mereka terhadap kita kerana sahabat yang baik adalah sahabat yang bersedia untuk memaafkan sahabatnya. Jika kita yang bersalah, janganlah malu untuk meminta maaf daripada mereka kerana orang yang dahulu meminta maaf adalah orang yang hebat.

* KESEDIHAN. Apabila kita sedar bahawa sahabat kita sedang bersedih, maka, ikutlah sedih bersama-sama dengan mereka. Tawarkanlah bahu kita untuk dijadikan tadahan air mata mereka. Kerana tiada siapa yang akan mereka cari selain kita sahabat mereka.

* KEGEMBIRAAN. Begitu juga dengan kegembiraan. Jika kita gembira, maka marilah berkongsi kegembiraan itu bersama sahabat-sahabat tercinta. Tidak mahukah kita bergelak tawa dengan mereka? Tidak mahukah kita melihat ukiran-ukiran senyuman indah di raut wajah mereka? Kegembiraan kita, kegembiraan mereka jua.

* KESERASIAN di sini bukanlah bermaksud, "Kau cantik, aku mesti cantik," "Kau kaya, aku pun kena kaya". Tidak sama sekali. Sememangnya manusia dijadikan oleh Allah berbeza-beza, namun, dalam persahabatan keserasian dapat diwujudkan apabila terbinanya persefahaman antara dua pihak. Apabila ada persefahaman, barulah hubungan kita dengan sahabat kita akan menjadi lebih baik dan akan berkurangnya pergaduhan disebabkan salah faham (hehehe).

Alhamdulillah, itulah dia 10 K yang dapat saya simpulkan mengenai persahabatan. Maaf kalau agak membosankan, namun saya tetap ingin berkongsi pendapat saya mengenai topik ini.

"Adakah anda dan sahabat anda mengamalkan 10 K ini?"

Persahabatan aku menilai hanya ada diantara wanita dengan wanita.... sedang pria dengan pria. Itulah persahabatan sejati hanya diantara wanita dengan wanita dan pria dengan pria....
Thursday, November 5, 2009

Dan sadarilah bahwa tidak akan ada langkah seribu, bila tidak ada langkah pertama.

Cinta adalah...



Sebuah Keberanian.... untuk bertindak...

Allah kumohon...



Allah
aku MOHON DENGAN SANGAT
ajarkan aku tentang cintaMu,
mencintaiMu, dicintaiMu,
dicintai insan yang mencintaiMu...

dan

Ya Allah... sesungguhnya
aku ingin tetap mencintaiMu,
mencintai orang yang mencintaiMu
dan cinta yang membawa diriku
untuk mencintaiMu...


“Jika hati kita senang, berarti tubuh kita sehat”
~Pepatah China~

Putuskan Benang merah itu



Keberhasilan ditentukan oleh ukuran
keyakinan kita untuk meraih kemenangan!

Ada pepatah mengatakan...

Apa yang sedang kita pikirkan, itulah
yang sedang terjadi, atau akan terjadi.
Oleh sebab itu... Latihlah diri, hati, dan
pikiran kita untuk selalu merespon
hanya pada hal-hal yang positif!

Latihlah ia terus menerus, jangan
hanya sesaat, tapi berkesinambungan
dan sepanjang waktu.


"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)

Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan ku, namun
aku tidak mempedulikannya?

Aku mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk ku, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Aku malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Aku akan bisa jika aku berpikir bisa
2. Aku akan gagal jika aku berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika Aku masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Aku
sudah yakin, maka segeralah berlari
cepat, keluar dari keterbelengguan
ku.

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan aku
sendiri? :-)

Jangan bernegosiasi

Wednesday, November 4, 2009

Anda tidak boleh bernegosiasi
dengan impian Anda.
Bernegosiasilah dengan apa yang harus
Anda lakukan untuk mencapainya.


Anda memang mungkin akan berakhir dengan keharusan untuk menerima yang kecil,
jika Anda kalah dalam bernegosiasi dengan orang lain.

Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa Anda perbaiki
dengan menjadikan ...diri Anda lebih ahli dalam jalan dan cara negosiasi.

Tetapi, Anda akan hanya mengharapkan sebuah kehidupan yang kecil,
jika Anda menang bernegosiasi melawan impian Anda sendiri.

Maka, jangan tawar impian Anda.
Jangan kurangi yang mungkin Anda capai.

Apa pun yang Anda impikan, biarkanlah ia besar dan tinggi.

Lalu, besarkanlah harapan Anda, tuluskanlah doa Anda, ikhlaskanlah kelebihan pelayanan Anda,
dan utuhkanlah keberserahan Anda.

Jangan kalahkan hak Anda untuk berhasil.

...........

Do It with Bismillah.... Just to Allah

Antara memberi dan mengasihi



Anda bisa memberi tanpa mengasihi,
tetapi Anda tidak mungkin mengasihi tanpa memberi.

Kasih sayang tidak akan mengambil bentuknya yang utuh sebagai kasih sayang jika ia hanya diperam sebagai perasaan atau niat di dalam hati.

Kasih sayang adalah pemberian; meskipun tidak semua pemberian adalah kasih sayang.

Jika kecintaan ...hati Anda adalah menjadikan diri Anda, keluarga, dan orang lain sebagai pengindah kehidupan – maka mudah bagi Anda untuk berlaku penuh kasih dalam pemeliharaan dan hubungan Anda dengan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Memberilah, karena itu adalah cara untuk menjadikan kebaikan Anda sebuah kasih sayang yang mengindahkan kehidupan.