Showing posts with label Penerang jiwa. Show all posts
Showing posts with label Penerang jiwa. Show all posts

Kalau boleh jujur

Friday, March 26, 2010

klo boleh jujur sbagai akhwat...

kami itu senang jika diperhatikan, apalagi jika kalian adalah ikhwan yang
dewasa, atau ikhwan yang ‘alim, atau ikhwan yang cool, padahal kami belum mampu
berhijab secara baik, karena itu tundukkanlah pandangan kalian dengan makna
yang sebenarnya, dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan
berikutnya.

kami juga senang mendengar kalian berbicara dengan dan tentang kami, rasanya
jadi gimana gitu, karena itu cukupkanlah pembicaraan kalian jika kalian mulai
memberi pujian kepada kami meskipun itu hanya sebuah pujian kecil.

kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati akan kalian para ikhwan,
ketika kami merasa para kalian dapat menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati
kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayang-bayang kalian, karena itu
janganlah kalian membiarkan kami mencurahkan isi hati kami kepada kalian.

kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan, tapi maaf..bukan
karena apa-apa tapi lebih karena perhatian yang kalian berikan kepada kami,
meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini, terkadang kami pun
terlepas kata dan laku, yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak
mengenal batas, karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan
setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.

source : fb

Jika kata maaf

Thursday, January 21, 2010

Jika hanya kata maaf bisa dikatakan dengan mudah untuk setiap orang karena melakukan kesalahan
maka tidak perlu itu polisi dan pengadilan....ataupun hukum adat
dan bagaimana jika suatu kesalahan dilakukannya tidak hanya sekali?
namun berkali-kali?
apakah kata maaf itu cukup...??

Sesungguhnya orang yang meminta maaf adalah baik...
tapi seseorang akan lebih mulia jika dia memberi maaf....

Ya Allah......

Bukanlah tangisan air namun tangisan darah

Monday, January 18, 2010

Seorang laki-laki merayu seorang anak kecil pada suatu hari
Dengan uangnya agar bisa meraih keinginannya
Dia berkata, "Datanglah kepadaku hati ibumu, wahai pemuda!
Engkau akan mendapatkan permata, dirham dan kristal."
Dia lalu pergi menusukkan parang ke dada ibunya
Kemudian dia mengeluarkan hatinya dan kembali ke tempat selanjutnya
Akan tetapi karena langkah yang cepat, dia terjatuh
Hati yang dipotong itu berguling tatkala bergelincir
Hati ibu itu memanggilnya ketika berlumuran debu
"Wahai kekasihku, apakah dirimu ditimpa bencana?"
Seakan-akan anap pun selainnya semenjak sejarah manusia
Dia kembali mengambil hati dan mencucinya
Dari linangan air matanya yang mengalir mengambil pelajaran
Dia berkata, "Wahai hati, balaslah diriku, dan jangan memafkanku,
karena kejahatanku tidak bisa diampuni."
Dia lalu menghunuskan parangnya untuk menusuk hatinya
Sehingga dia tinggal menjadi pelajaran bagi orang yang ingin belajar
Hati ibu memanggilnya, "Hentikanlah!"
Jangan menusuk hatiku kedua kalinya di tempat yang sama."

Kubaca dari sebuah buku La Tahzan For Trouble Solution

Sesungguhnya



Sesuatu hal yang membuatku untuk berkeyakinan:

"Sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan. Jangan berputus asa
Sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan
Bukan satu kemudahan saja,
Tetapi dua kemudahan....

Yakinlah..... Allah Maha Mengetahui...

Bumbu ^ ^

Thursday, January 14, 2010

"Kesulitanku sangat besar, tapi tak pernah cukup besar untuk menghentikanku"

Apin & Mey

Sunday, January 10, 2010

15 December 2007
Mereka menyatakan untuk bersatu
Segala kesedihan kegembiraan dan senyuman bahkan air mata
Mereka ikhlash untuk melalui bersama-sama...
Semua kehendak Allah... yang mempertemukan kemudian menyatukan mereka...
Subhanallah... tiada yang tidak mungkin untuk Allah...

Jika ditarik jauh kisah sebelum mereka bersatu...
Jika Apin adalah seperti sebuah toples sedangkan Mey adalah sebuah tutup toples
Dapat diartikan bahwa semua wanita ini adalah tutup toples sedangkan pria adalah toplesnya...
^ ^
Terkadang toples itu melihat tutup toples yang sama-sama menarik...
kemudian toples itu menginginkan mereka menjadi tutupnya...
Namun bisakah dibayangkan jika tutup toples ini diletakkan bersamaan??
Pasti akan tidak pas atau toples itu tidak tertutup dengan baik...
atau... bisa jadi karena memaksakan kedua tutup toples itu untuk menutup toples..??
Yup... salah satu atau keduanya akan retak kemudian pecah....
sedangkan toples akan masih tetap berdiri dengan baik hanya saja kue kering yang ada di dalamnya akan segera menjamur... -_-
Sedangkan apa yang akan terjadi dengan tutup toples-toples.... itu?
Tutup toples-toples tadi rusak atau bahkan pecah dan butuh waktu untuk memperbaikinya....
dan tutup toples itu akan nampak garis retaknya walaupun dia sudah berusaha menutupinya...
dan apakah suatu saat nanti toples itu akan mau menerima tutup toples yang sudah retak... dengan suatu keikhlasan.... dan berupaya untuk menjadikan dia baik...?


Ketahuilah...
Itu adalah sepenggal cerita antara Apin & Mey
pastinya setiap pasangan yang akhirnya menikah mempunyai cerita sendiri-sendiri....
bahwa manusia di bumi ini... sudah ditakdirkan untuk berpasang-pasangan, tak perlu risau atau pun gelisah... jika dia belum datang untuk menenangkan hatimu...
maka bersabarlah...
bersabarlah...dan bersabarlah...
Suatu saat nanti akan datang kabar gembira untukmu.... asal engkau yakin atas janji Tuhanmu....

Tersenyumlah....
Jp^0

Pohon yang kehilangan rohnya




Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang
ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon,
yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya
sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon.
Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang
sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu
mati.Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.
Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan
daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan
mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk
hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di
kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah
baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu
maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ?
Ayo cepat !
Dasar lelet ?!?
Bego banget sih.
Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan?
Ayo, jangan main-main disini.
Berisik !
Bising !?
Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda
karena Anda merasa sakit hati?
Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!
Iii!Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa !
Aduh. Perempuan kampungan banget sih !?
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya?
E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan
jadi pinter?
Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, ?
E tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal
nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu?
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu?
Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk
kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai
berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita
juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang
kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya
akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita
bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan
padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.

Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi
sebenarnya hati mereka begitu jauh.
Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi
kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki.
Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah
menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin
segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan
semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

source: mandacutie.wordpress.com